Tampilkan postingan dengan label kata sifat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata sifat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Januari 2018

Penggunaan Kata Sifat dalam kehidupan sehari-hari

Pelajaran 9
第9課

📝 Disusun oleh: Ahmad Zaki Albaqir.



🎐 Pada pelajaran kali ini, kita akan belajar mengenai kata sifat yang digunakan untuk menyatakan kemampuan dan perasaan, serta kalimat untuk menyatakan kepunyaan dan memberi alasan.


Poin penting dari pelajaran kali ini adalah partikel が(ga). Karena itu kita akan belajar pembagian fungsi partikel が(ga) sebagai berikut.


1) Partikel が(ga) untuk menyatakan  perasaan. 😊☹

Untuk menyatakan perasaan terhadap sebuah benda harus menggunakan partikel が(ga) sebagai penanda.

Pada pelajaran kali ini, kata sifat perasaan yang harus kalian kuasai pada pelajaran kali ini adalah 好き(suki)– suka, dan 嫌い(kirai)– benci.


🏷 Berikut pola kalimatnya:

➕ Bentuk Positif

Pola kalimatnya adalah ~1は ~2 が ~3です.

~1 diisi oleh kata ganti orang seperti watashi, anata, ~san.

~2 diisi oleh kata benda yang menjadi subjek,

~3 diisi oleh kata sifat perasaan bentuk positif.


📄 Contoh kalimatnya sebagai berikut:

私はパンが好きです
(Watashi wa pan ga suki desu).
Saya suka roti.

Watashi = kata ganti orang,
pan = kata benda,
suki = kata sifat perasaan bentuk positif

母は高いビルが嫌いです
(Haha wa takai biru ga kirai desu).
Ibu saya benci gedung tinggi.

Haha = kata ganti orang,
takai biru = kata benda,
kirai = kata sifat perasaan bentuk positif

さつきさんは音楽が好きです
(Satsuki san wa ongaku ga suki desu).
Sdri Satsuki suka musik.

Satsuki-san= kata ganti orang,
ongaku = kata benda,
suki = kata sifat perasaan bentuk positif


➖ Bentuk negatif

Karena Suki dan Kirai masih tergabung dalam kelompok kata sifat ~na, pola kalimatnya adalah

~1は ~2 が ~3じゃ(では)ありません.

 ~1 diisi oleh kata ganti orang seperti watashi, anata, ~san.

~2 diisi oleh kata benda yang menjadi subjek,

~3 diisi oleh kata sifat perasaan bentuk negatif.

📄 Contoh kalimatnya sebagai berikut:

私はパイナップルが好きじゃありません
(Watashi wa painappuru ga suki ja arimasen).
Saya tidak suka nanas.

Watashi = kata ganti orang, painappuru = kata benda,
suki ja arimasen = kata sifat perasaan bentuk negatif

父はホラームービーが嫌いではありません
(Chichi wa horaa muubii  ga kirai dewa arimasen).
Ayah saya tidak benci dengan film horor.

chichi = kata ganti orang,
horaa mubii = kata benda,
kirai dewa arimasen = kata sifat perasaan bentuk negatif.

ひめのさんは勉強が好きじゃありません
(Himeno san wa benkyou ga suki ja arimasen).
Sdri Himeno tidak suka belajar.

Himeno-san = kata ganti orang, Benkyou = kata benda,
suki dewa arimasen = kata sifat perasaan bentuk negatif.

2) Partikel が(ga) untuk menyatakan kemampuan. 👩🏻‍🍳👨🏻‍🔧


⚖ Untuk menyatakan kemampuan terhadap sesuatu, harus menggunakan partikel が (ga) sebagai penanda.


Pada pelajaran kali ini, kalian cukup menguasai 2 kata kerja atau sifat yang berhubungan dengan kemampuan yaitu わかります (Wakarimasu) dan 上手(Jouzu).


🏷 Berikut pola kalimatnya:

➕ Bentuk positif

Pola kalimatnya adalah

~1は ~2が ~3.

~1 diisi oleh kata ganti orang seperti watashi, anata, ~san.

~2 diisi oleh kata benda yang menjadi subjek,

~3 diisi oleh kata sifat atau kata kerja kemampuan bentuk positif.

📄 Contoh kalimatnya sebagai berikut:

松山さんは料理が上手です
(Matsuyama san wa ryouri ga jouzu desu)
Sdr Matsuyama pandai memasak.

Matsuyama = kata ganti orang,
ryouri = kata benda,
jouzu = kata sifat kemampuan bentuk positif.

のりこさんは科学がわかります
(Noriko san wa kagaku ga wakarimasu)
Sdri Noriko paham (bisa) sains.

Noriko = kata ganti orang,
kagaku = kata benda,
wakarimasu = kata kerja kemampuan bentuk positif.


➖ Bentuk negatif

🏷 Pola kalimatnya adalah

~1は ~2が ~3.

~1 diisi oleh kata ganti orang seperti watashi, anata, ~san.

~2 diisi oleh kata benda yang menjadi subjek,

~3 diisi oleh kata sifat atau kata kerja kemampuan bentuk negatif.

📄 Contoh kalimatnya sebagai berikut:

カリナさんは歌が上手じゃありませんです
(Karina san wa uta ga jouzu ja arimasen)
Sdri Karina tidak pandai nyanyi.

Karina = kata ganti orang,
uta = kata benda, jouzu ja arimasen= kata sifat kemampuan bentuk negatif.

トノさんは数学がわかりません
(Tono san wa suugaku ga wakarimasen)
Sdr Tono tidak paham (bisa) matematika.

Tono = kata ganti orang,
suugaku = kata benda, wakarimasen = kata kerja kemampuan bentuk negatif.

3) Partikel が(ga) untuk menyatakan keberadaan suatu benda atau urusan. 🎁🖥


🎐 Partikel が(ga) juga digunakan sebagai penanda keberadaan suatu benda atau urusan.

Yang termasuk benda adalah benda pada umumnya seperti komputer, kamera, uang, dan benda lainnya.

Sedangkan urusan bisa seperti janji.

Pola kalimat ini juga berguna untuk memberikan alasan yang akan dibahas setelah ini.


🏷 Berikut pola kalimatnya:

➕ Bentuk positif

Pola kalimatnya adalah

~1は ~2 があります.

~1 diisi oleh kata ganti orang seperti watashi, anata, ~san.

~2 diisi oleh kata benda yang menjadi objek.

📄 Contoh kalimatnya sebagai berikut:

私は腕時計があります
(Watashi wa udedokei ga arimasu)
Saya punya jam tangan.

私はやくそくがあります
(Watashi wa yakusoku ga arimasu)
Saya punya janji.


➖ Bentuk negatif

🏷 Pola kalimatnya adalah

~1は ~2 がありません.

~1 diisi oleh kata ganti orang seperti watashi, anata, ~san.

~2 diisi oleh kata benda yang menjadi objek.

📄 Contoh kalimatnya sebagai berikut:

ノアさんは車がありません
(Noa san wa kuruma ga arimasen)
Sdr Noa tidak punya mobil.

きむさんはようじがありません
(Kimu-san wa youji ga arimasen)
Sdr Kim tidak punya urusan.

4) Menyatakan alasan dalam Bahasa Jepang 💬🗣


🎐 Pola ini cukup mudah, hanya menambahkan から (~kara) setelah kalimat-kalimat yang telah kalian pelajari akan menjadikan kalimat tersebut sebagai kalimat “alasan”.

Tapi pada pelajaran kali ini, kalian hanya perlu memahami 2 macam bentuk alasan saja.

🏷 Berikut contoh kalimat alasan:

Kalimat alasan menggunakan kata sifat ~i.

Pada pelajaran lalu, kita sudah membahas pola kalimat kata sifat ~i yaitu

~1は ~2です(くないです)。

Yang mana

~1 diisi oleh subjek, dan yang ke

~2 adalah kata sifat ~i positif atau negatif.

Cukup menambahkan ~kara dan akibat dari alasan tersebut, maka terbentuklah kalimat untuk menyatakan alasan.

Hal ini juga berlaku untuk kalimat alasan yang menggunakan kalimat keberadaan yang telah dibahas di Point 3.


📄 Contoh kalimatnya sebagai berikut:

私は忙しいですから、コンビ二に行きません。
(Watashi wa isogashii desu kara, konbini ni ikimasen)
Karena sibuk, saya tidak pergi ke konbini (toko swalayan).

Contoh lainnya:

(私は)ちょっとようじがありますから、今夜は出かけません。
(‘watashi wa’ chotto youji ga arimasu kara, konya dekakemasen)
Karena ada sedikit urusan, malam ini saya tidak bisa keluar.

Jumat, 29 Desember 2017

Materi Kata Sifat - Pelajaran 8

Disusun oleh : Ahmad Zaki Albaqir

Pada pelajaran kali ini, kita akan belajar mengenai kata sifat dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menerangkan suatu benda dalam bahasa Indonesia seperti “Bunga yang cantik”. Dalam bahasa Jepang, kata sifat ada terbagi menjadi 2 bagian, yaitu i-keiyoushi (kata sifat-i) dan na-keiyoushi (kata sifat – na) atau kadang disebut juga keiyoudoushi. Pola kalimat ini juga bisa digunakan untuk menjawab ketika mendapat pertanyaan seperti “Jakarta itu bagaimana?”. “Michael Jackson itu penyanyi yang bagaimana?”, “bukunya saudara Ahmad itu yang seperti apa?” Berikut ini penjelasan mengenai i-keiyoushi dan na-keiyoushi.
I-keiyoushi
Disebut kata sifat - i karena semua kata sifatnya selalu diakhiri oleh huruf i. semua kata sifat – i merupakan kosakata asli dari Jepang.
Bentuk positif
Pola kalimatnya adalah ~1 は ~2です。~1 diisi oleh kata benda yang menjadi subjek atau topik pembicaraan, ~2 diisi oleh kata sifat yang sesuai.
*~ (dibaca nani nani atau titik titik)
Contoh :
はいです (Fujisan wa takai desu) Gunung Fuji tinggi. Fujisan = kata benda, Takai = kata sifat – I
このビルはいです (Kono biru wa furui desu) Bangunan ini tua. Kono biru = kata benda, Furui = kata sifat – I
はいです (Kyou wa samui desu) Hari ini dingin. Kyou = kata benda, Samui = kata sifat – I


Latihan.
Dari kata benda dan kata sifat yag tersedia di bawah ini, buatlah kalimat dengan pola ~は~です *selama masih masuk logika, kata benda dan kata sifat di bawah ini bisa dipasangkan.
、、 (Kutsu, Kyoushitsu, Densha)
せまい、い、い (Semai, Yasui, Hayai)
Bentuk negatif
Pola kalimatnya masih ~1 は ~2です。~1 masih diisi oleh kata benda yang menjadi subjek atau topik pembicaraan, namun, ~2 diisi oleh kata sifat dalam bentuk negatif.
はくないです (Fujisan wa takakunai desu) Gunung Fuji tidak tinggi. Fujisan = kata benda, Takakunai = kata sifat – I negatif
このビルはないです (Kono biru wa furukunai desu) Bangunan ini tidak tua. Kono biru = kata benda, Furukunai = kata sifat – I negatif
はくないです (Kyou wa samukunai desu) Hari ini tidak dingin. Kyou = kata benda, Samukunai = kata sifat – I negatif
Dari kata kata yang digaris bawahi, kita bisa melihat cara merubah kata sifat – i positif menjadi negatif adalah dengan mengganti I menjadi kunai. Lebih jelasnya bisa dilihat pada contoh berikut ini.
高い→高くない
古い→古くない
寒い→寒くない
Latihan.
Dari kata benda dan kata sifat yang tersedia di bawah ini, buatlah kalimat negatif dengan pola ~は~です
やさい、、 (Kutsu, Kyoushitsu, Densha)
いい、い、い (Semai, Yasui, Hayai)
Na-keiyoushi
Walaupun disebut kata sifat – na, tetapi huruf “na” tersebut hanya bisa keluar di saat saat tertentu saja. Kata sifat – na tidak hanya berupa kosakata asli Jepang, tapi adapula kosakata serapan dari bahasa asing, seperti ハンサム(hansamu).

Bentuk positif
Pola kalimatnya adalah ~1 は ~2です。~1 diisi oleh kata benda yang menjadi subjek atau topik pembicaraan, ~2 diisi oleh kata sifat yang sesuai.
Contoh :
はです(Imouto wa genki desu) adik perempuan saya sehat. Imouto = kata benda, Genki = kata sifat - na
このトイレはです(Kono toire wa benri desu) toilet ini praktis. Kono toire = kata benda, Benri = kata sifat - na
ジャカルタはにぎやかです(Jakaruta wa nigiyaka desu) Jakarta ramai. Jakaruta = kata benda, Nigiyaka = kata sifat - na
Latihan.
Dari kata benda dan kata sifat - na yang tersedia di bawah ini, buatlah kalimat dengan pola ~は~です
、、 (Joyuu, Toukyou, Taichou)
、、 (Yuumei, Anzen, Daiji)






Bentuk negatif
Pola kalimatnya adalah ~1 は ~2じゃ(では)ありません。~1 masih diisi oleh kata benda yang menjadi subjek atau topik pembicaraan, namun, ~2 diisi oleh kata sifat dalam bentuk negatif.
はじゃありません(Otouto wa genki ja arimasen) adik laki-laki saya tidak sehat. Otouto = kata benda, Genki ja arimasen= kata sifat- na negatif
このトイレはではありません(Kono toire wa benri dewa arimasen) toilet ini tidak praktis. Kono toire = kata benda, Benri dewa arimasen = kata sifat – na negatif
ジョグジャカルタはにぎやかじゃありません(Jogujakaruta wa nigiyaka ja arimasen) Jogjakarta tidak ramai. Jogujakaruta = kata benda, Nigiyaka ja arimasen = kata sifat – na negatif
Dari kata kata yang digaris bawahi, kita bisa melihat cara merubah kata sifat – na positif menjadi negatif adalah dengan menambahkan ja arimasen atau dewa arimasen setelah kata sifat. Lebih jelasnya bisa dilihat pada contoh berikut ini.

元気→元気+じゃありません
便利→便利+ではありません
にぎやか→にぎやか+じゃありません
Latihan.
Buatlah kalimat negatif dari kosa kata di bawah ini dengan pola ~は~じゃ(では)ありません
インドネシアの、ゲーム、 (Indoneshia no fuku, Geemu, Kusuri)
、、 (Hitsuyou, Hen, Taisetsu)


Menggabungkan kata sifat dengan kata benda.

Pada bagian ini, kita akan mempelajari cara menggabungkan kata sifat dengan kata benda. Dalam bahasa Indonesia, kalimat pada bagian pertama bernuansa seperti “ Jakarta itu ramai”, sedangkan pada bagian ini, kita akan belajar membuat kalimat yang bernuansa seperti “Jakarta adalah kota yang ramai”

Menggabungkan kata sifat – i dengan kata benda
Pola kalimatnya adalah ~1 は ~2です。~1 diisi oleh kata benda yang menjadi subjek atau topik pembicaraan, ~2 diisi oleh kata sifat – i + kata benda.
Contoh :
はいです(Fujisan wa takai yama desu) Gunung Fuji adalah gunung yang tinggi. Fujisan = kata benda, takai yama = kata sifat – I + benda
リンさんはしいメンバーです(Rin san wa atarashii membaa desu) Rin adalah anggota baru. Rin san = kata benda, atarashii membaa = kata sifat – I + benda
Casioはいです(Casio wa takai udedokei desu) Casio adalah jam tangan yang mahal. Casio = kata benda, takai udedokei = kata sifat – I + benda.
Dari kata kata yang digaris bawahi, kita bisa melihat cara menggabungkan kata sifat – i dengan kata benda adalah dengan cara langsung menambahkan kata sifat – I di depan kata bendanya. Lebih jelasnya bisa dilihat pada contoh berikut ini.
高い+山→高い山
新しい+メンバー→新しいメンバー
高い+腕時計→高い腕時計

Menggabungkan kata sifat – na dengan kata benda
Pola kalimatnya adalah ~1 は ~2です。~1 diisi oleh kata benda yang menjadi subjek atau topik pembicaraan, ~2 diisi oleh kata sifat – na + kata benda.
Contoh :



ベイルはなサッカーです(Beiru senshu wa yuumei na sakkaa senshu desu) Bale adalah pemain sepakbola yang terkenal. Beiru senshu = kata benda, yuumei na sakkaa senshu = kata sifat – na + na + kata benda
はになものです(Kazoku wa sekaichuu ni taisetsu na mono desu) di dunia ini, keluarga adalah sesuatu yang paling berharga. Kazoku = kata benda,  taisetsu na mono = kata sifat – na + na +  kata benda.
はきれいなです (Kyouto wa kirei na machi desu) Kyoto adalah kota yang indah. Kyoto = kata benda, kireina machi = kata sifat – na + na + kata benda.
Dari kata kata yang digaris bawahi, kita bisa melihat cara menggabungkan kata sifat –na dengan kata benda adalah dengan cara menambahkan kata sifat – na + na di depan kata bendanya. Lebih jelasnya bisa dilihat pada contoh berikut ini.
有名+サッカー選手→有名なサッカー選手
大切+もの→大切なもの
きれい+町→きれいな町
Ini menjawab pertanyaan “kapan ‘na’ dari kata sifat – na digunakan?”

Bentuk pertanyaan dengan jawaban kata sifat
Pola ini digunakan ketika ingin menanyakan tentang keadaan atau situasi sesuatu yang ingin diketahui.
Contoh :
ジャカルタはどうですか。(Jakaruta wa dou desuka) Jakarta itu bagaimana?
…ジャカルタはいです (Jakaruta wa atsui desu) Jakarta itu panas
Pola ~はどうですか。~ diisi oleh subjek yang ingin ditanyakan keadaaannya. Digunakan untuk menanyakan atau meminta pendapat dari  kondisi atau keadaaan sesuatu secara umum dengan asumsi lawan bicara mengerti apa yang dimaksud oleh si pembicara.

はどんなまちですか。(Kyouto wa donna machi desuka) Kyoto itu kota yang bagaimana?
…はきれいなまちです (Kyouto wa kirei na machi desu) Kyoto itu kota yang indah
Pola ~1はどんな~2ですか。~1 diisi oleh subjek pembicaraan ~2 diisi oleh kata benda yang menjadi spesifikasi khusus ~1. Digunakan untuk menanyakan atau meminta pendapat sesuatu secara umum dengan penegasan supaya lawan bicara lebih mengerti apa yang dimaksudkan oleh si pembicara.

のはどれですか。(sensei no hon wa dore desu ka) bukunya bapak/ibu guru yang mana?
…このいです (kono atsui hon desu) buku yang tebal ini
~はどれですか。~ diisi oleh kata benda. Kalimat ini digunakan apabila ada lebih dari 1 barang yang bisa menjadi pilihan dan ingin menanyakan barang yang mana yang dimaksudkan.

Latihan

Gabungkan kata sifat dengan kata benda di bawah ini sampai membentuk 1 kalimat yang benar
アップル、スマホ、 (appuru, sumaho, benri)
やさしい、、くまいさん (yasashii, kachou, kumai san)
サッカー、スポーツ、しい (sakkaa, supootsu, tanoshii)
Buat 1 pertanyaan dengan kata tanya どう、どんな、どれ dan jawaban yang menggunakan kata sifat+benda

Referensi :
Minna no Nihongo Shokyuu 1

Minggu, 28 Agustus 2016

Rasa makanan

Rasa makanan 🍢🍧🍜🍲🍰

1. Amai = manis
2. Karai = pedas
3. Nigai = pahit
4. Shiokarai = asin
5. Suppai = asam
6. Koi = kental
7. Usui = tipis (gak kental dalam minuman)

Totemo dan Amari.
Totemo = sangat
Amari = tidak begitu
Merupakan kata keterangan yg menunjukkan tingkat yg menjelaskan kata sifat. Letaknya si belakang kata sifat. Totemo utk kata sifat positif, amari utk kata sifat negatif.

Beberapa contoh kalimat :
1. Chiri soosu wa totemo karai desu. = saus sambal sangat pedas.

2. Kore wa totemo amai ame desu. = ini adalah permen yang sangat manis.

3. Mikan wa amari suppakunai kudamono desu. = jeruk adalah buah yang tidak begitu asam.

4. Bogoru wa amari yumeina machi ja arimasen. = bogor adalah kota yg tidak begitu terkenal.

Rabu, 24 Agustus 2016

Warna dalam Kata Sifat

Warna 🔵🔴⚫⚪ (iro),

Warna pada dasarnya adalah kata benda. Namun beberapa warna dapat menjadi kata sifat. Tidak semua warna dapat menjadi kata sifat, dan aturan penulisannya pun sesuai dengan aturan penulisan kata benda.

Warna 🔴⚫⚪🔵 (iro いろ )
1. Putih : Shiro-->shiroi
2. Hitam : kuro-->kuroi
3. Merah : aka-->akai
4. Biru : ao-->aoi
5. Hijau : midori
6. Ungu : murasaki
7. Kuning : ki/kiiro --> kiiroi
8. cokelat : cha/chairo --> chairoi
9. Pink : pinku ピンク
10. Merah muda : momo
11. Orange : Orenji オレンジ
12. Abu-abu : guree グレー
13. Abu-abu agak coklat : beeju ベージュ

Contoh kalimat :
1. Kursi itu berwarna biru. : sono isu wa aoi desu.

2. Warna kursi itu adalah hitam. : sono isu no iro wa kuro desu.

3. Merah adalah warna kursi itu. : aka wa sono isu no iro desu.

4. Saya punya mobil merah. : akai kuruma ga arimasu.

5. Tas ungu. : murasaki no kaban.

6. Adi membeli buku berwarna hijau. : Adi kun wa midoriiro de hon o kaimashita.

7. Dyah membeli susu berwarna putih. : Dyah san wa shiroi miruku o kaimashita.

8. Langit biru : Ao no sora / aoi sora / aozora.

Dore : digunakan utk menanyakan yang mana di antara 3 pilihan atau lebih.
1. Arum san no kasa wa dore desuka. = payung milik arum yang mana?
-sono aoi desu. = itu yang biru.

Dono : menanyakan benda yang mana (namun pola nya dono+k.benda dan tidak dapat berdiri sendiri).
1. Arum san no megane wa dono megane desuka. = kacamata milik arum, kacamata yang mana?
-sono akai desu. = itu yang merah.

Kosakata kata sifat part 2

Hafalan kosakata kata sifat part 2 :
1. Kireina : cantik, bersih, indah
2. Hansamuna : tampan
3. Hosoi : kurus
4. Futoi : gendut
5. Atsui : tebal, panas
6. usui : tipis
7. Suzushii : sejuk
8. Atatakai : hangat
9. Yasui : murah
10. Takai : mahal
11. Tanoshii : menyenangkan
12. Kitanai : kotor
13. Akarui : Terang
14. Kurai : gelap
15. Hayai : cepat
16. Osoi : lambat
17. Hirui : luas
18. Semai : sempit
19. Yasashii : mudah
20. Muzukashii : sulit
21. Chiisai : kecil
22. Ookii : Besar

Selasa, 23 Agustus 2016

Aturan menulis kata sifat dalam kalimat

Kata sifat na. Penulisan kata sifat na di belakang kata benda, hilangkan kata "na" nya.
1. lina senpai wa shinsetsu ~na~ desu. : lina senpai ramah.

2. Adi kun wa hansamu ~na~ ja arimasen. : Adi tidak tampan

Kata sifat na di depan kata benda, kata "na" tidak dihilangkan
1. Sakura wa kireina hana desu. : Sakura adalah bunga yang indah.

2. Haha wa jozuna sensei desu. : ibu saya adalah guru yg mahir.

Beberapa contoh kalimat :
1. Asoko wa shizuka ja arimasen. : disana tidak sepi.

2. IOC wa nigiyakana gurupu desu. : IOC adalah grup yang ramai.

3. IOC no gurupu wa nigiyaka desu : Grup IOC ramai.

4. IOC yon wa nigiyaka desuka. : apakah IOC 4 ramai?
-iie, nigiyaka ja arimasen. Shizukana gurupu desu. : tidak, tidak ramai. Grup yang sepi.

5. IOC roku wa nigiyaka desu ga, tanoshii desu. : IOC 6 ramai tapi menyenangkan.

Partikel "ga" di atas digunakan utk menyatakan "tetapi" dan menyambungkan 2 kalimat.

Kata sifat i. Penulisan kata sifat i di belakang kata benda tetap sama dan tidak menghilangkan kata "i' nya.
1. Fuji san wa takai desu. : Gunung Fuji tinggi.

2. Kono eiga wa omoshiroi desu. : Film ini menarik.

3. Kyou wa atsukunai desu. : hari ini tidak panas.

Untuk bentuk negatif dari kata sifat i, kata ~i~ dihilangkan dan ditambah "kunai". Sedangkan kata sifat "na" aturannya sama dengan penulisan negatif kata benda, hanya ditambahkan "ja arimasen".

4. Kyou no tenki wa yokunai desu. : cuaca hari ini tidak bagus.

Khusus untuk "ii" saat dirubah ke bentuk negatif menjadi
yoi-->yokunai.

Penulisan kata sifat i di depan kata benda juga sama.
1. Kono eiga wa omoshiroi eiga desu. : film ini adalah film yang menarik.

2. Aisu ti wa tsumetai nomimono desu. : es teh adalah minuman yang dingin.

3. James bond wa tsumaranai eiga desu. : James bond adalah film yang membosankan.

Beberapa contoh kalimat kata sifat i :
1. Kono kaban wa takai kaban desu. : tas ini adalah tas yang mahal.

2. Sono kaban wa takai desu. : tas itu mahal.

3. Jakaruta wa samui desuka. : apakah jakarta dingin?
-iie, samukunai desu

4. Nihon no tabemono wa takai desu ga, oishii desu. : makanan jepang mahal, tapi enak.

Kosakata Kata Sifat

Kata sifat dalam bahasa Jepang ada 2 : kata sifat (i) dan kata sifat (na). Aturan dalam penulisan kata sifat tsb berbeda.

Hafalan kosakata kata sifat :
1. Jozuna : mahir/terampil/pintar
2. Hetana : tidak mahir
3. Hikui : rendah
4. Takai : tinggi, mahal
5. Rakuna/kantanna/benrina : praktis, mudah
6. Taihenna : ribet
7. Tsumetai (benda) : dingin
8. Samui (lingkungan) : dingin
9. Atsui : panas
10. Sukina : suka
11. Kirai : benci
12. Oishii : enak
13. Mazui : gak enak
14. Karui : ringan
15. Omoi : berat
16. Shizukana : sepi
17. Nigiyakana : ramai
18. Ureshii (perasaan) : senang
19. Kanashii : sedih
20. Sukunai : sedikit
21. Ooi : banyak
22. Chikai : Dekat
23. Tooi : jauh
24. Himana : senggang
25. Isogashii : sibuk
26. Mijikai : pendek
27. Nagai : panjang
28. Atarashii : baru
29. Furui : lama/usang
30. Tsuyoi : kuat
31. Yowai : lemah
32. Omoshiroi : menarik
33. Tsumaranai : membosankan
34. ii : bagus
35. Warui : jelek